Memahami Mentalitas Seorang Pengusaha Muslim

Salah satu pendiri British Academy of Quranic Studies Guest of Sharia Law, Oxford University, Mr.Sharif Banna, memberikan kuliah umum dengan tema “Moslem Entrepreneur in The Digital Era”, pada Kamis (3/5/2018) di Gedung Pusat Studi Jepang, UI Depok.

Pada acara tersebut, Sharif Banna mengutarakan bahwa ada 3 konsep yang harus dipahami ketika seorang muslim ingin memulai usaha. Ketiga konsep tersebut adalah muslim dan Islam, kekayaan dan wirausaha, dan era digital.
Continue reading

Advertisements

Risalah Ramadhan 1439 H

Risalah Ramadhan 1439 H – Bulan suci Ramadhan 1439 H, bulan yang penuh dengan keberkahan, kemuliaan, dan keagungan. Bulan ketika Allah SWT mewajibkan ibadah shaum pada setiap orang yang beriman yang mukalaf agar menjadi Muslim dan mukmin yang muttaqien, sebagaimana firman-Nya dalam QS al-Baqarah ayat 183: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183).

Bulan ketika Allah SWT pertama kali menurunkan Alquran kepada Nabi Muhammad SAW, sebagian besar Alquran pun diturunkan di bulan yang agung ini. Allah SWT berfirman dalam QS al-Baqarah ayat 185: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil) ….” (QS al-Baqarah [2]: 185).
Continue reading

8 Perkara Penghambat Ketaqwaan

8 Perkara Penghambat Ketaqwaan – Nabi Muhammad SAW pernah menasehati seorang pemuda yang duduk termenung di pojok masjid sehabis shalat karena hutangnya yang harus dibayar. Rasulullah SAW menasehatinya agar menghindari 8 perkara yang bisa menyebabkam kehidupan kita tak punya personality, terpuruk serta menghambat kita dalam mencapai ketaqwaan:

#1 – Susah – pikiran kusut membuat kita gelap dalam kehidupan se-akan tidak ada jalan yang bisa ditempuh. Serasa ‘no way out’. Padahal hidup ini ada pasang surut, akan ada berbagai rintangan. Padahal Allah senantiasa memberikan jalan keluar bagi setiap masalah dan kesulitan.

#2 – Dukacita – kehilangan membuat kita berduka, sanak saudara, barang yang dicintai menjadi rintangan bagi manusia dalam kehidupannya. Cinta kepada dunia seringkali membuat manusia lupa bahwa ada kehidupan akhirat yang jauh lebih baik daripada kehidupan dunia, asalkan kita mau bertaqwa.

#3 – Lemah – lemah fikiran, no enerji, no inisiatif, menyerah, belum hadapi soal merasa tidak mampu. Tidak mampu melaksanakan amal saleh dan nahii munkar. Kelemahan membuat kita tidak mampu untuk memperbaiki hidup dan membiarkan diri terperangkap dalam kekurangan dan kekufuran.

#4 – Malas – duduk termenung dalam kemalasan, angan-angan makin berkembang, padahal tidak ada ikhtiar. Mati belanda karena pangkat, mati cina karena kaya, mati keling karena makanan, mati melayu karena angan-angan. Jalannya lunglai saja. Kemalasan membuat nasib orang jalan ditempat, bahkan memburuk.

#5 – Bakhil – Kikir, dikumpul harta banyak untuk menguasai harta itu, lama-lama harta yang menguasainya. Sibuk cari uang lalu simpan, banyak tanpa manfaat. Kekikiran sangat jauh dari ketaqwaan. Tidak sadar bahwa kelak di akhirat harta ini akan membakar pahalanya dan menyiksa dirinya di neraka jahanam.

#6 – Pengecut – kalau engkau berniaga, meski modal tidak ada, kalau berani itulah modal utama. Tidak berani mengambil tindakan atau mengambil resiko. Kalau mau maju harus berani menempuh resiko yang diperhitungkan. Pengecut juga takut untuk melakukan sesuatu padahal itu baik, dan menyerah kepada keburukan.

#7 – Berhutang – jadi pikiran malam hari, kalau siang tidak berani muncul takut dicari. Berhutang membawa dampak negatif pada jasad, ruh dan jiwa kita. Berhutang membuat orang menjadi tidak tenang, gelisah dan ketakutan karena merasa tidak mampu untuk membayarnya yang akan menjadi dosa.

#8 – Pengaruh dijajah orang – karena terlalu banyak hutang budi, terima hadiah, kemerdekaan tak ada lagi. Timbul kecenderungan untuk mengikuti apa yang diinginkan oleh pemberi, walaupun itu buruk dan berdosa. Yang amat penting adalah kemerdekaan jiwa di mana kita bisa mengakui ke-Esaan Allah SWT dan menghindarkan diri dari syirik.


Maka berdoalah, meminta kepada Allah dalam setiap shalat yang khusyuk: “Ya Allah aku berlindung kepada engkau dari susah dan dukacita, dari kelemahan dan kemalasan, dari kebakhilan dan ketakutan serta dari pengaruh hutang dan penindasan orang lain. Aamiin ya Rabbal alamin”. Insya Allah akan terhindar dari 8 perkara yang buruk itu. (Disunting dari Tausiah Buya Hamka dengan judul “Pegangan Hidup” tahun 1977)