Penghangat Pembicaraan

bumnSalah satu kenikmatan hidup itu adalah punya banyak sahabat. Maka jadikan diri Anda magnet yang bisa menarik banyak sahabat. Semua itu berawal dari pembicaraan yang hangat. Ternyata, bahasa tubuh kita bisa menjadi magnet dan kunci pembuka pembicaraan yang semakin dalam.

Kunci penghangat pembicaraan itu bernama SOFTEN, kependekan dari Smile, Open posture, Forward lean, Touch, Eye contact dan Nod. Istilah ini dikutip dari buku Psychological Techniques in Selling: Create Miraculous Results in Your Selling (2002), Dr. Billy Kueek.

Smile, jadikan senyuman adalah default wajah Anda. Dalam kondisi diam, biasakan agar bibir tetap tersenyum. Jangan “mlongo” alias mulut terbuka, apalagi jangan pasang wajah “jutek” atau cemberut. Ternyata default wajah tersenyum ini bisa dilatih, bukan bawaan lahir. Ayo coba tersenyum sekarang, Anda pasti akan terlihat lebih segar dan bahagia.

Open posture, tubuh terbuka itu mencerminkan bahwa Anda siap menjadi teman diskusi yang siap mendengarkan. Tidak baik menyilangkan tangan di dada atau menyilangkan kaki saat teman Anda pertama kali mengajak bicara. Apakah itu mutlak tak boleh? Tidak juga, Anda tentu bisa menyilangkan tangan di dada dan menyilangkan kaki, saat pembicaraan Anda sudah mulai akrab dan hangat.

Forward lean, biasakanlah Anda mencodongkan badan ke depan lawan bicara Anda. Gerakan tubuh Anda ini akan ditangkap lawan bicara sebagai bentuk kepedulian Anda kepada mereka. Lawan bicara Anda akan semakin terbuka dan percaya kepada Anda.

Touch, sentuhan yang tepat bisa membuat Anda semakin dekat. Namun hati-hati jangan asal sentuh terutama apabila lawan bicara Anda berbeda jenis kelamin dengan Anda. Sentuhan bisa menjadi pemicu keterbukaan dan semangat serta kedekatan dengan lawan bicara.

Eye contact, pastikan tatapan Anda tertuju ke lawan bicara Anda. Jangan berpaling, apalagi sibuk bermain smart phone dan gadget. Tatapan yang teralihkan akan menimbulkan kesan bahwa Anda basa-basi dan Anda tidak peduli dengan lawan bicara Anda. Tatapan mata Anda juga bisa merekam mood, antusias dan bahasa tubuh lawan bicara Anda.

Nod, anggukan itu sangat mudah dilakukan namun dampaknya sangat besar. Menganguklah saat Anda setuju dengan lawan bicara Anda. Tapi ingat ya, anggukan yang terlalu banyak akan mengurangi kekuatan anggukan Anda.

*Tulisan diambil dari webnya Kakek Jamil, http://www.jamilazzaini.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s