Cerita di balik Cerita (Part 3)

Sebuah tulisan di FB yang mengelitiku dan membuatku ingin menuliskannya kembali di blog ini. Aku juga teringat pesan Mama Eroh, “kalau Dede menikah, sayangi orang tua suami kita sama seperti kita menyayangi orang tua sendiri”.

=============

Seburuk apapun mertua…aku selalu ingat bahwa…

Beliau…adalah wanita yang mngandung suamiku dalam kepayahan selama 9 bulan…
Beliau…adalah wanita yang air susunya menjadi makanan pertama bagi suamiku…
Beliau…ialah wanita yang mendidik dan membesarkan suamiku, yang mengajarkan kepada suamiku akhlaq sehingga aku nyaman di sisi suamiku.
Continue reading

Advertisements

Cerita di balik Cerita (Part 2)

Ceritanya tanggal 4 Mei 2017 di Hotel Grand Sahid, aku ikutan seminar Journalisme Digital – Peluang dan Tantangan bagi Humas. Senangnya berkumpul dengan Humas, Marcom, Marketing dari Perusahaan lain. Sebagai pembicara ada Bapak Heru (Assistant Pimpinan di kompas), Mbak Putri Silalahi (Product Program dari Google Indonesia), Bapak Agung Laksamana, Msc.IAPR (Ketua Asosiasi PR). Dipaparkan “Bagaimana journalisme berevolusi?”

Awalnya journalisme lebih ke arah media cetak. Sekarang selain media cetak mulai ke arah video, lebih visual. Setuju? Ya, setuju…”Challenge a head”. Dan itu merupakan tantangan buat Dede sebagai Marketing Communication. Ada tantangan pertama dan penting yang harus Dede lakukan. Apakah itu? Kalau soal promosi dan nulis, insyaAllah sudah terbiasa. Mama dan Bapakku adalah guru journalisme pertamaku. Waktu Bapak tidak di Indonesia, selesai pulang sekolah dan selepas cerita dengan Mama dan Kakakku, kita menuliskan di kertas surat. Di rumah, kami juga terbiasa bercerita hal-hal yang baik dan menyenangkan. That’s way, I like writing.

Menghadapi tantangan dalam perubahan journalisme, jadilah aku mulai belajar menjadi vlogger. Seecara aku tak narsis, yakin? hehehe, ngga banyak sich narsisnya :). Jarang banget bikin video, secara dulu ngga punya handcamp dan baru punya camera ada videonya pas udah kerja. Check it out, video perdana Dede bicara di youtube.

Menurut aku dari review video ini ==>kepercayaan dirinya musti ditingkatkan, suara masih terlalu kecil, masih bingung mau ngomong apa (setidaknya kedepan musti disiapkan script gambaran mau ngomong apa).

Kalau video yang kedua ini, udah lumayan bisa ngomong lama, percaya diri mulai meningkat secara sudah berani rekaman di depan lobby hotel, suara masih kelembuatan yaah hehehe….Tips buat aku kedepannya musti pakai tongsis, kalau ngga sepertinya terlalu zoom mukanya 😀

Sekian tantangan untuk Dede dan kedepan masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Bismillah, tetap semangat. Selamat mencoba juga untuk teman-teman yang ingin membuat video dan meng-upload di youtube. Sukses yooo…

Cerita dibalik Cerita (Part 1)

1 year ago today, kenangan 9 Mei 2016 di Kampus A Margonda. Sendirian di ruang marketing, iseng menulis dalam waktu beberapa menit menghasilkan tiga tulisan bertemakan Nyang Bikin Kangen Family.

https://rahmahmuchtar82.wordpress.com/2016/05/09/nyang-bikin-kangen-family-part-3
https://rahmahmuchtar82.wordpress.com/2016/05/09/nyang-bikin-kangen-family-part-2
https://rahmahmuchtar82.wordpress.com/2016/05/09/nyang-bikin-kangen-family-part-1

Banyak hal yang bikin lucu bersama kalian “The Muchtar Family”. Ya Allah, semoga Engkau mengumpulkan kami kembali di surga-Mu Ya Allah. Allahumma Aamiin…love you all because Allah.

Sosok Pahlawan

Setiap orang akan mempunyai sosok pahlawan dalam hidupnya. Begitu juga perempuan ini. Seorang perempuan di saat teman-teman sekolah dasarnya sudah lancar membaca, dia berbeda….Apa yang membuatnya berbeda? Ternyata dia perlu ekstra lebih keras untuk belajar membaca dan mengucapkannya.

Dia ingat saat kecil sering mengucapkan “nangka”…nangkanya itu…loch kok tiba-tiba nangka, ternyata maksudnya “makanya” itu. Hahaha, jauh yaah. Kesalahan pengucapannya sampai sekarang pun kadang sering terjadi. Tak jarang menimbulkan tawa. Dan kadang dianggap sengaja.

Tetapi sosok pahlawan ini, yang dengan sabarnya di saat kecil mengajarkan, memotivasi, membimbing untuk mengembangkan bakatnya dan meningkatkan kepercayaan dirinya. Sosok pahlawan ini yang memasukkannya ke klub renang, sanggar tari, les musik, les bahasa. Walaupun harus dibayar dengan kerja keras mencari karena tak sedikit biaya yang harus dikeluarkannya. Beliau tak pernah mengeluh. Beliau juga dengan sabarnya melatih perempuan ini membaca, melatihnya bercerita, mendengarkan ceritanya dengan seksama.

Perlahan dan sampai sekarang perempuan ini menyukai dunia jurnalistik khususnya menulis dan bercerita. Terima kasih Mama Eroh. Your are my hero. Positifnya hal itu membuat aku ingin terus belajar, memperbaiki diri, dan berpikir untuk tidak menyombongkan diri karena setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Sekali lagi terima kasih Mama Eroh dan Bapak Muchtar. Love you….Syafakillah Mama Eroh, semoga kesehatannya terus membaik…Allahumma Aamiin.
photogrid_1477313331445
Ya Allah, ijinkan Dede menjadi anak sholehah untuk Mama & Bapak, ijinkan kami berkumpul kembali di surga-Mu Ya Allah.

Kemarin aku bertemu dengan seorang Bapak, termasuk 500 blogger pertama di Indonesia. Ternyata Bapak ini juga merupakan tim personal brandingnya Kakek Jamil, salah satu trainer dan motivator yang aku suka. Kakel Jamil memotivasi aku untuk terus menulis. Beliau setiap harinya tak pernah berhenti menulis.

Selamat hari pahlawan juga untuk pahlawan kemerdekaan RI, pahlawan pendidikan (guru-guru dan dosen kami), pahlawan kesehatan (tim medis), pahlawan syiar Islam (Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat-sahabat Rasulullah, para Ustad, para Ulama), pahlawan keluarga, dan pahlawanku (my lovely parents)….terima kasih atas perjuangan dan pengorbanan kalian….sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat De, insyaAllah menjadi pahlawan untuk keluarga dan sekeliling…Aamiin Ya Allah.