Cerita di balik Cerita (Part 4)

Sebulan yang lalu saat malam, Mama mengengam tanganku dan mengatakan “aduh, pusing banget De”. Untuk mengalihkannya, aku cerita, “Ma, mama tau ngga aku kan penulis, blogger.” Owh, nulis apaan tuh? Nulis tentang keluarga kita, ceritain bagaimana hebatnya Mama, baiknya Mama, bagaimana enaknya masakan Mama, dan aku salah satu pengemar beratnya”. Sambil aku membacakan beberapa tulisanku di blog. Mungkin ini pertama kalinya Mama mengetahui dan aku bacakan tulisan di blogku.
Continue reading

Advertisements

Telah Ditemukan

Telah ditemukan – Alhamdulillah…Masnya? Kalau Masnya, doakan soon yaah…Aamiin. Kali ini yang ditemukan, sepatu. Jadi ceritanya, bulan Agustus lalu, aku menyangka sepatu kesukaanku hilang. Udah heboh di Kantor, nanyain Security, orang-orang di sekitar. Tapi pada ngga ngeliat. Beberapa orang mengatakan, “yoweis pasrahkan saja Mba”.

Aku berpikir, mungkin akibat keteledoran aku juga. Menaruh barang tidak pada tempatnya. Aku juga berpikir, mungkin ada seseorang yang lebih membutuhkan sepatu tersebut. Mikirnya udah macem-macem ajaah. Ada juga yang berpendapat, pasang sayembara ajah Mba, “kalau perempuan yang menemukan dijadikan saudara, kalau lelaki yang menemukan dijadikan calon suami”. Aku senyam-senyum.
Continue reading

Cerita di balik Cerita (Part 3)

Sebuah tulisan di FB yang mengelitiku dan membuatku ingin menuliskannya kembali di blog ini. Aku juga teringat pesan Mama Eroh, “kalau Dede menikah, sayangi orang tua suami kita sama seperti kita menyayangi orang tua sendiri”.

=============

Seburuk apapun mertua…aku selalu ingat bahwa…

Beliau…adalah wanita yang mngandung suamiku dalam kepayahan selama 9 bulan…
Beliau…adalah wanita yang air susunya menjadi makanan pertama bagi suamiku…
Beliau…ialah wanita yang mendidik dan membesarkan suamiku, yang mengajarkan kepada suamiku akhlaq sehingga aku nyaman di sisi suamiku.
Continue reading

Cerita di balik Cerita (Part 2)

Ceritanya tanggal 4 Mei 2017 di Hotel Grand Sahid, aku ikutan seminar Journalisme Digital – Peluang dan Tantangan bagi Humas. Senangnya berkumpul dengan Humas, Marcom, Marketing dari Perusahaan lain. Sebagai pembicara ada Bapak Heru (Assistant Pimpinan di kompas), Mbak Putri Silalahi (Product Program dari Google Indonesia), Bapak Agung Laksamana, Msc.IAPR (Ketua Asosiasi PR). Dipaparkan “Bagaimana journalisme berevolusi?”

Awalnya journalisme lebih ke arah media cetak. Sekarang selain media cetak mulai ke arah video, lebih visual. Setuju? Ya, setuju…”Challenge a head”. Dan itu merupakan tantangan buat Dede sebagai Marketing Communication. Ada tantangan pertama dan penting yang harus Dede lakukan. Apakah itu? Kalau soal promosi dan nulis, insyaAllah sudah terbiasa. Mama dan Bapakku adalah guru journalisme pertamaku. Waktu Bapak tidak di Indonesia, selesai pulang sekolah dan selepas cerita dengan Mama dan Kakakku, kita menuliskan di kertas surat. Di rumah, kami juga terbiasa bercerita hal-hal yang baik dan menyenangkan. That’s way, I like writing.

Menghadapi tantangan dalam perubahan journalisme, jadilah aku mulai belajar menjadi vlogger. Seecara aku tak narsis, yakin? hehehe, ngga banyak sich narsisnya :). Jarang banget bikin video, secara dulu ngga punya handcamp dan baru punya camera ada videonya pas udah kerja. Check it out, video perdana Dede bicara di youtube.

Menurut aku dari review video ini ==>kepercayaan dirinya musti ditingkatkan, suara masih terlalu kecil, masih bingung mau ngomong apa (setidaknya kedepan musti disiapkan script gambaran mau ngomong apa).

Kalau video yang kedua ini, udah lumayan bisa ngomong lama, percaya diri mulai meningkat secara sudah berani rekaman di depan lobby hotel, suara masih kelembuatan yaah hehehe….Tips buat aku kedepannya musti pakai tongsis, kalau ngga sepertinya terlalu zoom mukanya 😀

Sekian tantangan untuk Dede dan kedepan masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Bismillah, tetap semangat. Selamat mencoba juga untuk teman-teman yang ingin membuat video dan meng-upload di youtube. Sukses yooo…