Masihkah Perlu Mengeluh (Part 2)

takut_pada_allahBeberapa hari ini, aku harus berjibaku menghadapi genjetan-genjetan di dalam kereta hehehe. Juga beberapa hari ini, aku lebih sering berdiri di dekat jendela. Kenapa yaa aku lebih suka dekat jendela, karena aku lebih menyukai melihat pemandangan. Aku suka melihat jalanan, melihat mobil-mobil yang lalu lalang, melihat birunya langit, melihat sinaran matahari, hijaunya daun-daun, dan pemandangan lainnya.

Tetapi kalee ini, pemandanganku tertuju ke rumah-rumah di pinggir jalur kereta. Mulai dari lenteng agung sampe pasar minggu, kalo kita perhatikan ada beberapa rumah yang kurang layak huni. Atapnya dari seng, lantainya dari tanah liat. Hati ini rasanya terenyuh, bagaimana mereka tinggal disana. Maafkan hamba Ya Allah, kalo selama ini masih suka mengeluh dan egois terhadap kesenangan hamba sendiri. Maafkan hamba Ya Allah..

Rasanya genjetan” selama perjalanan senin pagi ini, 29 Maret 2013 tak berasa seberapa. Berganti menjadi rasa bersyukur yang tak terhingga. Terima kasih Ya Allah, telah meminjamkan aku dan keluargaku, tempat tinggal yang nyaman dan asri. Alhamdulillah, nikmat-Mu begitu besar..Aku ingin selalu meraih cinta-Mu Ya Rabb, hamba mohon peluk kami dalam cinta-Mu Ya Rabb..Allahumma Aamiin..Terima kasih Ya Rabb..

Masihkah Perlu Mengeluh

Rasanya waktu cepat banget berjalan yaa, sudah senin lagi. Keluar rumah ½ 7 ternyata sudah macet, jadi aku harus naik ojek deh ke stasiun. Seminggu ini aku bakalan tidak ditemenin cappuccino 😦 semoga lekas fit ya, maafkan tante dede belum bawa ke bengkel hehe..Tak tahu kenapa, pagi itu tak terlalu bersemangat, apa karena masuk angin yaa. Biasanya kalau diajak ngobrol tukang ojek, aku seneng-seneng aja. Kali ini, maaf yoo bang, tak terlalu menanggapi hehe..Sampe stasiun, Alhamdulillah aku masih dapat kereta tanah abang.

Pagi itu, di tempat klien, aku penasaran (ceritanya perdana niih) ingin membuka webnya sedekah rombongan. Naudzubillah min dzaalik, Astaghfirullah, Ya Allah, pemandangannya. Tak terasa menetes air mataku, tangisku tak terbendung (lirik kanan-kiri semoga tak ada yang melihat :)). Ya Allah, cobaan mereka lebih berat, penyakit kritis yang mereka derita karena kurangnya biaya dan tanpa perawatan intensif maka kondisinya semakin parah. Ya Allah, semoga Engkau selalu melindungi mereka dan memberikan mereka kesabaran. Semoga pemimpin-pemimpin kami terbuka mata dan hatinya, dan semoga semakin banyak teman-teman yang menyisihkan hartanya di jalan-Mu Ya Allah. Untuk teman-teman relawan sedekah rombongan juga pentolannya Mas Saptuari, terima kasih sudah selalu mengingatkan dan menggerakkan budaya bersedekah. Semoga Allah menaikkan derajat kalian di dunia dan di akhirat. Allahumma Aamiin. Terima kasih Allah Yang Maha Besar. Kami tak ada daya dan upaya hanya dengan pertolongan-Mu Ya Allah.
Continue reading