Karena Engkau Madrasah yang Pertama

Bayangkan jika kita diberi Allah umur panjang. Ketika itu usia kita sudah senja. Mata kita mulai rabun, tulang kita mulai rapuh, tubuh kita sudah tak bisa berjalan dengan leluasa. Kala itu, siapa yang akan mengurus kita? Anak-anak yang mencintai kita atau pembantu kita?

Bayangkan saat kita dijemput oleh malaikat maut. Ketika itu jasad kita dimasukkan ke dalam liang kubur. Selanjutnya kita akan mengalami rangkaian peristiwa yang begitu dahsyat. Doa siapa yang kita butuhkan? Tentu doa permohonan ampun dari anak-anak kita bukan? Apakah mereka kelak menjadi anak yang sholeh dan senantiasa mendoakan kita?
Continue reading

[Kisah] Kun Fayakun

“Lik, kalau besuk kamu nggak bisa melunasi utangmu, lebih baik kamu mengosongi rumah ini. Atau, aku yang akan mengosongi rumahmu ini” ancam rentenir, Ahad pagi itu. Dunia makin terasa sempit bagi Malik. Sudah tiga tahun ini ia bergelut dengan masalahnya, namun tak juga ia sanggup mengatasi masalah-masalah yang membelitnya, termasuk hutang tersebut. Malik sudah berusaha mencari pinjaman, tapi hasilnya nihil. Kurang dari 24 jam lagi rumah satu-satunya itu akan disita.

Setelah si rentenir pergi, datanglah tamu kedua yang tidak lain adalah istrinya sendiri. Sudah 2 tahun suami istri itu pisah ranjang.
Continue reading

The Power of DOA

#ORMenjawab Pertanyaan #7 dari Iefha Riyadhi:
Kenapa Tuhan tidak mengabulkan doa? Dan kenapa masih saja Dia memberikan ujian?


Bersyukurlah bagi kau yang masih menanti-nanti, menerka-nerka kapan doa yang kau panjatkan akan dikabulkan Allah. Karena sesungguhnya ada yang harus lebih dikuatirkan dari itu, yaitu ketika kau sudah tak punya hasrat lagi untuk berdoa. Mau mengutarakan doa ketika malam, mata tak mengizinkan. Mau merayu Tuhan ketika subuh telah datang, selimut masih menghangatkan. Mau berdoa ketika waktu duha, pekerjaan membebani. Mau berdoa ketika selesai solat wajib, dunia selalu mengejar. Urusan dunia, perilaku dosa, dan kesombongan telah menutupi otak agar tak mampu membuat permintaan, membekukan lidah agar tak dapat merangkai kata, dan memberatkan tangan untuk bermunajat. Tak indah… Sungguh tak indah.
Continue reading

Tanda Kebahagiaan

Imam Ibnu Al Qoyyim mengatakan bahwa tanda kebahagiaan itu ada 3 hal. 3 hal tersebut adalah bersyukur ketika mendapatkan nikmat, bersabar ketika mendapatkan cobaan dan bertaubat ketika melakukan kesalahan. Beliau mengatakan: sesungguhnya 3 hal ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba dan tanda keberuntungannya di dunia dan di akhirat. Seorang hamba sama sekali tidak pernah bisa terlepas dari 3 hal tersebut:
Continue reading