Mata yang Tidak Menangis di Hari Kiamat

Mata yang Tidak Menangis di Hari Kiamat – Semua kaum muslim menyakini dunia dan kehidupan ini akan berakhir. Suatu saat manusia akan berkumpul di pengadilan Allah SWT. Berkali-kali Al-Qur’an menceritakan peristiwa hari kiamat. Sebagaimana surah Al-Ghaasyiyah [88] ayat 1-16 menggambarkan di hari itu banyak wajah ketakutan. Namun ada pula wajah-wajah cerah ceria bahagia dikarenakan perilaku baik mereka di dunia dulu. Mereka ditempatkan di surga yang tinggi. Itulah kelompok di hari kiamat yang memperoleh kebahagiaan. Tentang kelompok ini, Rasulullah SAW bersabda, “Semua mata akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga hal. Pertama, mata yang menangis karena takut kepada Allah SWT. Kedua, mata yang dipalingkan dari apa-apa yang diharamkan Allah SWT. Ketiga, mata yang tidak tidur karena mempertahankan agama Allah”. Mari lihat diri kita, apakah mata kita termasuk mata yang menangis di hari kiamat?
Continue reading

Advertisements

Ketika Sakit

Ketika Sakit – Sakit adalah sunatullah, ketentuan dari Allah swt yang ditimpakan pada manusia. Memang betul, tidak ada yang menginginkan jadi sakit. Tapi dalam Islam, seperti kita tahu, ada banyak hal yang tersembunyi di balik kondisi itu.

Kalau kita tahu sebenarnya tak ada alasan untuk sedih dan mengeluh saat kita sakit, karena sebenarnya itu adalah kasih sayang Allah SWT pada kita. Kita mengeluh saat sakit karena kita tak tahu rahasianya. Sakit, dalam bentuknya yang lain, itu harus disyukuri karena itu adalah bukti kasih sayang Allah pada kita. Allah mengutus 4 malaikat untuk selalu menjaga kita dalam sakit.
Continue reading

Cerita di balik Cerita (Part 3)

Sebuah tulisan di FB yang mengelitiku dan membuatku ingin menuliskannya kembali di blog ini. Aku juga teringat pesan Mama Eroh, “kalau Dede menikah, sayangi orang tua suami kita sama seperti kita menyayangi orang tua sendiri”.

=============

Seburuk apapun mertua…aku selalu ingat bahwa…

Beliau…adalah wanita yang mngandung suamiku dalam kepayahan selama 9 bulan…
Beliau…adalah wanita yang air susunya menjadi makanan pertama bagi suamiku…
Beliau…ialah wanita yang mendidik dan membesarkan suamiku, yang mengajarkan kepada suamiku akhlaq sehingga aku nyaman di sisi suamiku.
Continue reading

Cerita di balik Cerita (Part 2)

Ceritanya tanggal 4 Mei 2017 di Hotel Grand Sahid, aku ikutan seminar Journalisme Digital – Peluang dan Tantangan bagi Humas. Senangnya berkumpul dengan Humas, Marcom, Marketing dari Perusahaan lain. Sebagai pembicara ada Bapak Heru (Assistant Pimpinan di kompas), Mbak Putri Silalahi (Product Program dari Google Indonesia), Bapak Agung Laksamana, Msc.IAPR (Ketua Asosiasi PR). Dipaparkan “Bagaimana journalisme berevolusi?”

Awalnya journalisme lebih ke arah media cetak. Sekarang selain media cetak mulai ke arah video, lebih visual. Setuju? Ya, setuju…”Challenge a head”. Dan itu merupakan tantangan buat Dede sebagai Marketing Communication. Ada tantangan pertama dan penting yang harus Dede lakukan. Apakah itu? Kalau soal promosi dan nulis, insyaAllah sudah terbiasa. Mama dan Bapakku adalah guru journalisme pertamaku. Waktu Bapak tidak di Indonesia, selesai pulang sekolah dan selepas cerita dengan Mama dan Kakakku, kita menuliskan di kertas surat. Di rumah, kami juga terbiasa bercerita hal-hal yang baik dan menyenangkan. That’s way, I like writing.

Menghadapi tantangan dalam perubahan journalisme, jadilah aku mulai belajar menjadi vlogger. Seecara aku tak narsis, yakin? hehehe, ngga banyak sich narsisnya :). Jarang banget bikin video, secara dulu ngga punya handcamp dan baru punya camera ada videonya pas udah kerja. Check it out, video perdana Dede bicara di youtube.

Menurut aku dari review video ini ==>kepercayaan dirinya musti ditingkatkan, suara masih terlalu kecil, masih bingung mau ngomong apa (setidaknya kedepan musti disiapkan script gambaran mau ngomong apa).

Kalau video yang kedua ini, udah lumayan bisa ngomong lama, percaya diri mulai meningkat secara sudah berani rekaman di depan lobby hotel, suara masih kelembuatan yaah hehehe….Tips buat aku kedepannya musti pakai tongsis, kalau ngga sepertinya terlalu zoom mukanya 😀

Sekian tantangan untuk Dede dan kedepan masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Bismillah, tetap semangat. Selamat mencoba juga untuk teman-teman yang ingin membuat video dan meng-upload di youtube. Sukses yooo…